<!-- --><style type="text/css">@import url(https://www.blogger.com/static/v1/v-css/navbar/3334278262-classic.css); div.b-mobile {display:none;} </style> </head><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d6976495694910369793\x26blogName\x3dServant+of+Allah\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://diana-azmai.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://diana-azmai.blogspot.com/\x26vt\x3d-8325043856942117693', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script> <body>

Free your heart from hatred.
Free your mind from worries.
Some things are better left unspoken.

Entries About Memories Shhh




Welcome.
Suami pilih isteri atau anak?
Tuesday, July 31, 2012 @ 7/31/2012 08:44:00 PM

Salam alaik.
Seorang lelaki berjalan mundar-mandir di lorong hospital, gelisah akan keadaan isterinya yang akan melahirkan anak sulung mereka. Setelah beberapa jam ia menunggu, tak jua terdengar tangisan bayi. Tiba-tiba, seorang doktor berjalan tergopoh-gopoh keluar dari ruang persalinan menuju kearahnya.

"Bagaimana keadaannya doktor?" tanyanya penuh harap.

"Maaf encik, kami sudah berusaha, keadaannya amat kritikal. Si ibu sudah tak sedarkan diri! " jawab doktor itu.

"Jadi bagaimana doktor?"

"Kami tak mungkin dan berupaya untuk menyelamatkan keduanya, tapi masih ada harapan. Kami hanya punya satu pilihan, menyelamatkan si ibu, atau menyelamatkan si bayi!"

Lelaki tersebut kebingungan dan tak dapat berkata-kata...

"Maaf encik, setiap saat amat berharga, tolong cepat untuk membuat pilihan!" desak doktor itu.

Akhirnya, dengan berat hati lelaki itupun berkata dengan nada sayu, "Doktor, saya sangat bingung. Saya serahkan sepenuhnya kepada doktor. Tolong lakukan yang terbaik!" pintanya.

Doktor pun bergegas kembali ke ruang persalinan. Nampaknya dia sudah berpengalaman menangani masalah darurat atau kritikal seperti ini. Dan dia tahu apa yang harus dilakukannya.

Ini adalah salah satu contoh, bagaimana keyakinan beragama boleh mempengaruhi keputusan disaat genting.

Bagi seorang doktor beragama kristian/katolik, ia akan berusaha menyelamatkan si anak, dan mengorbankan si ibu.

Bagi doktor muslim, ia akan berusaha menyelamatkan si ibu, dan mengorbankan
si bayi.

Memang benar, dua-duanya adalah pilihan yang sukar, tapi itulah jalan terakhir dan muktamat.

Mengapa ia boleh berlaku seperti demikian?



Dalam ajaran kristian, setiap manusia yang lahir sudah membawa dosa, doktrin ini dikenal dengan "dosa waris" atau "dosa asal".Manusia yang lahir sudah menanggung dosa Nabi Adam dan Hawa. Untuk menebusnya ia harus mengikuti seorang penyelamat yakni penebus dosa (Ketua Paderi atau Pope).

Doktor Kristian itu akan berjuang sedaya upaya untuk menyelamatkan si anak, agar dia dapat lahir dengan sihat dan selamat walaupun sebaliknya terpaksa mengorbankan si ibu . Doktor berharap, setelah anak itu lahir ia akan mendapat kesempatan untuk dibaptiskan, untuk tujuan menebus dosanya.

Jika si anak meninggal sebelum dibaptiskan, anak itu akan masuk neraka. Sebab, dosanya belum sempat ditebus.

Dalam ajaran Islam, setiap manusia lahir dalam keadaan fitrah/suci. Doktor muslim akan berjuang menyelamatkan si ibu, kerana dia tidak bimbang yang bayi akan masuk neraka.

Dengan terselamatkannya si ibu, insyaAllah setelah sihat kembali akan dikurniai kekuatan untuk mengandung
lagi dan mudah-mudahan mendapatkan ganti yang lebih baik, yang lebih soleh. Sedangkan anak yang tak sempat terselamatkan, biarlah ia kembali kepada Allah dalam keadaan suci.

Itu sebabnya amat penting bagi kita orang Islam menentukan yang bakal menerima kelahiran anak kita adalah seorang doktor muslim.

Credit to: Undefined 

Labels: